Masih Proses, Mohon Sabar...
Tampilkan postingan dengan label Berita Kalteng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kalteng. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2011

Anis Matta Ke Palangkaraya

PALANGKARAYA - Wakil Ketua (Waket) DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Mata yang juga pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta, Rabu (3/8/2011) Jakarta memberikan kuliah tujuh menit di Masjid Darul Arqom Perguruan Muhammadiyah Palangkaraya.

Kunjungan Anis Matta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dalam rangka safari ramadan.Sebelumnya, Anis Matta berbuka puasa di rumah jabatan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H Achmad Diran didampingi para simpatisan dan pengurus PKS Kalimantan Tengah dan Kota Palangkaraya.

Dalam ceramahnya, Anis Matta, mengisahkan tentang sejarah siar islam yang dilakukan oleh Nabi Besar Muhammad SAW, pada saat Nabi Muhammad melakukan perang badar hingga Nabi menyebarkan agama islam di persia, sehingga negara persia pun bisa ditaklukan.

"Bahkan, pasukan kaum muslimin yang hanya. berjumlah 36 ribu melawan 300 ribu tentara romawi, ternyata masih bisa di kalahkan oleh pasukan muslimin," katanya.

TRIBUNKALTENG.COM
Penulis : Fathurahman
Editor : edi_nugroho

Sabtu, 30 Juli 2011

Barsel Songsong Perubahan

BARITO SELATAN : KEMENANGAN pasangan Farid Yusran-Satya Titiek Atyani Djoedir (Fasty)  merupakan  kemenangan seluruh masyarakat Barito Selatan. Kemenangan rakyat yang membutuhkan perubahan...
“Perubahan tersebut diperlambangkan oleh kemenangan pasangan Fasty,” kata Borak Milton, Ketua Tim Kampanye pasangan Fasty saat jumpa pers kemaren.

Kami berterima kasih kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda dan seluruh masyarakat Barito Selatan, yang sungguh-sungguh membuktikan keinginan mereka selama ini. Perubahan yang sebagaimana  telah mereka gaungkan dan itu terbukti dari dukungan yang luar biasa pada pemungutan suara 27 Juli lalu.
“Ini bukan kemenangan tim, bukan kemenangan Farid Yusran, bukan kemenangan Aty Djoedir akan tetapi kemenangan seluruh masyarakat Barsel.”
Kita menunggu pleno PPK pada besok, kemudian rapat pleno KPU pada Minggu nanti.  Rapat pleno KPU merupakan penetapan hasil final dan formal Pemilu kada Barsel.
Di sisi lain, pasangan Wafi berencana mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Wafi melihat ada indikasi politik uang yang dilakukan pasangan Fasty.

Sumber : Borneonews.co.id

Jumat, 29 Juli 2011

Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H Untuk Wilayah Buntok Dan Sekitarnya

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”  (QS. Al-Baqarah : 183)

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H Untuk Wilayah Buntok Dan Sekitarnya




Bagi yang ingin download versi PDF klik DI SINI

Kamis, 28 Juli 2011

Pasangan Fasty Menangkan Pilkada Barsel

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang di usung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ir Farid Yusran-Satya Titiek Atyani Djoedir (Fasty) sudah hampir bisa dipastikan memenangkan Pemilukada Barito Selatan.

Pasangan ini berhasil  unggul dari lawannya Pasangan Hj Wartiah Thalib dan Sofiansyah (Wafi) yang diusung PAN, Hanura,PBR dan PMB dalam Pemilukada putaran kedua yang digelar hari ini.

Pasangan,  Ir H Farid Yusran dan Setia Titiek Afni Djoedir (Fasti) yang diusung  PDIP,PBB dan PIS dalam perhitungan sementara hingga malam ini berdasarkan data dari tim koordinasi posko Pilkada Barsel yang menggunakan perhitungan cepat jumah dukungan kepada Wafi mencapai 39 persen sedangkan Fasty 62 persen .Dengan hasil sementara perinciannya  yakni :

*Kecamatan Jenamas Wafi 2.645-Fasty2.496.
*Kecamatan Dusun Hilir Wafi 3.775-Fasty 4.726.
*Kecamatan Dusun Utara Wafi 1.646-Fasty 4.310

Total suara yang masuk mencapai 51.314.

Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Hasanudin Agani, Rabu (27/7) malam mengatakan,  dari jumlah  suara yang masuk dalam Pemilukada Barsel putaran II yang  diikuti oleh dua pasangan calon yakni, Pasangan Hj Wartiah Thalib dan Sofiansyah (Wafi) yang diusung PAN, Hanura,PBR dan PMB dan  Pasangan,  Ir H Farid Yusran dan Setia Titiek Afni Djoedir (Fasty) yang diusung  PDIP,PBB dan PIS dalam perhitungan  sementara dimenangkan oleh Pasangan Fasty.

Dalam putaran pertama Pemilukada Barsel yang lalu, kedua  pasangan ini  berhasil mengalahkan  lima  pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang mengikuti pesta demokrasi di Barito Selatan. Tetapi karena  tak ada satupun yang bisa meraih 30 persen suara, sehingga terjadi putaran kedua Pemilukada di Barsel.

Suara yang diperebutkan oleh Pasangan Fasty dan Wafi dalam putaran kedua berdasarkan DPT  pemilukada hari ini yakni mencapai 92.071 suara dari enam kecamatan yang ada di Kabupaten Barito Selatan.


Rabu, 27 Juli 2011

Pantau Pilkada, Bawaslu Turun ke Barsel

PALANGKARAYA - Hari ini, Rabu (27/7/2011), masyarakat Barito Selatan (Barsel), Kalteng, kembali menggelar pesta demokrasi. Lebih dari 90 ribu pemilih, diharapkan menggunakan haknya untuk putaran kedua tersebut.

Secara umum, kondisi masih berjalan aman, tertib, dan lancar. Namun untuk pengawasan, Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu RI), langsung mengerahkan anggotanya untuk melakukan pemantauan.

"Dari Bawaslu RI ada empat orang yang datang sejak tadi malam. Mungkin mereka akan di sini sampai proses rekapitulasi penghitungan suara berakhir," ujar Ketua Panwaslu Barsel Hamzah, Rabu.

Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukeda) Barsel putaran kedua ini diikuti dua pasangan peraih suara teratas dari tujuh pasangan yang bersaing pada putaran pertama. Mereka yang kembali bertarung karena peroleh suara ketika itu kurang dari 30 persen adalah Hj Wartiah Thalib-Sofiansyah (Wafi) dan Farid Yusran-Satya Titiek Atyani Djoedir (Fasty).

(mustain khaitami/tribunkalteng)
Penulis : Mustain Khaitami
Editor : didik_trio

Selasa, 26 Juli 2011

Pilkada Putaran kedua Barsel 2011Besok pilih Bu Wartiah atau Pak Sofiansyah ya?

Masyarakat Barito Selatan bakal menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin mereka. Sesuai jadwal bahwa pada tanggal 27 Juli 2011 akan dilaksanakan Pilkada putaran kedua yang tidak terasa tinggal esok hari.
Seperti kita ketahui dalam putaran kedua ini yang akan berlaga ada dua pasang bakal calon bupati. Dari pihak calon dan tim suksesnya menjelang pelaksanaan pemilihan sudah pasti sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan pemilihan nanti. Hari ini di berbagai tempat sudah ramai memperbincangkan tentang pilkada besok, termasuk di dunia maya di jejaring sosial facebook. Grup Pilkada Barsel maupun WAFI untuk Barsel ramai dengan status dan komentar tentang pilkada Barsel.
Akankah WAFY akan tetap bisa membuktikan kemenangannya seperti pada putaran pertama atau sebaliknya, semua ditentukan oleh masyarakat Barito Selatan.
Mari kita sukseskan pilkada putaran kedua ini dengan cara-cara yang cantik. Bagi tim sukses maupun pendukung dari calon bupati kita harapkan bisa berjalan sesuai aturan yang digariskan. Bagi para pemilih mari kita gunakan hak pilih kita sesuai hati nurani, jangan sampai salah pilih karena memilih hanya karena uang atau kepentingan sesaat. Pilihan kita yang akan menentukan pembangunan Barsel 5 tahun yang akan datang.
Kami mengajak kepada saudara-saudaraku di Barsel untuk menggunakan hak pilihnya, mari datang ke TPS di wilayah masing-masing besok untuk menentukan pilihan kita. Mau memilih Bu Wartiah silakan aja, atau mau pilih Pak Sofiansyah juga tidak apa-apa.
Semoga pelaksanaan pilkada besok berjalan dengan aman dan damai, bisa menghasilkan pemimpin yang amanah yang bisa mewujudkan Barito Selatan adil dan sejahtera. Amiin.






Jumat, 15 Juli 2011

Melestarikan Tradisi Suku Dayak

PALANGKARAYA - Halaman Pemko Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (15/7/2011) digunakan panitia peringatan HUT Kota Palangkaraya sebagai tempat perlombaan menyipet atau menyumpit. Lomba ini sebagai sarana untuk melestarikan tradisi berburu binatang yang dilakukan warga dayak setempat.

Perlombaan menyipet atau menyumpit ini terbilang sangat jarang digelar, kecuali pada event tertentu seperti pada saat Festival Isen Mulang, memperingati Hari Ulang Tahun Kalteng dan Hari Ulang Tahun Pemko Palangkaraya.

Wali Kota Palangkaraya, HM Riban Satia, mengatakan, Festival Isen Mulang yang mereka gelar dalam setiap tahunnya sebagai upaya Pemko Palangkaraya melestarikan tradisi warga dayak dalam menggunakan alat-alat atau senjata berburu seperti sumpit.faturahman/bpostonline
 
Sumber : Tribunnews.com

Kamis, 14 Juli 2011

Kunjungan Kerja Wakil Gubernur Kalimantan Tengah ke Buntok


Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Ahmad Diran bersama rombongan hari ini, Kamis 14 Juli 2011 dijadwalkan menghadiri beberapa agenda di wilayah Buntok, Kabupaten Barito Selatan. Agenda pertama adalah pertemuan dengan anggota Forum Koordinasi Pemerintah Kabupaten, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), serta tokoh masyarakat dan tokoh agama Kabupaten Barito Selatan.

Acara tersebut dilaknanakan di aula Kantor Bappeda kab. Barsel mulai pukul 09.00 - 10.30 WIB yang dihadiri Wagub Kalteng, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalteng beserta jajaran kepala dinas provinsi. Hadir pula para Kepala Dinas Kabupaten, para camat, Pimpinan Parpol dan LSM serta tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan ini acara dibuka oleh Penjabat Bupati Hardy Rampai yang telah resmi dilantik pada tanggal 28 Juni 2011 lalu, menggantikan tugas Bupati Baharudin Lisa yang telah habis masa jabatannya.

Wagub menyampaikan perkembangan pembangunan di wilayah Kalimantan Tengah yang mengalami kemajuan yang cukup baik. Ahmad Diran menjelaskan bahwa kedatangannya bukan untuk kampanye, tetapi menekankan netralitas terhadap pejabat pemerintahan dan PNS. Beliau juga memberi arahan terhadap para tokoh masyarakat untuk mendukung kerja pemerintah terutama dalam hal kekinian yaitu terjadinya pembakaran lahan yang sangat berbahaya pada musim mejelang kemarau. Juga menyinggung rencana pembuatan jalur rel kereta api sepanjang Puruk Cahu sampai Bangkuang, masyarakat dihimbau tidak mengkapling lahan di tengah hutan yang akan dilewati proyek tersebut.

Wagub menjelaskan bahwa dalam kunjungan kerja kali ini ada banyak agenda kerja, jadi tidak hanya menjelang pelaksanaan pemilihan bupati atau pilkada putaran kedua di Barito Selatan ini saja.
Ahmad Diran Memang memberikan penjelasan dalam waktu yang cukup panjang terutama tentang menjelang pelaksanaan pemilu kada putaran kedua.
Ahmad Diran juga memanfaatkan kunjungan kerja kali ini sebagai momen nostalgia dengan para rekan kerjanya yang dulu waktu tugas di Buntok, terbukti dia juga membawa serta istrinya.(AJ)

Gemulai Tari Dayak Bius Jusuf Kalla

PALANGKARAYA - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Pengelola Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet), Rabu (13/7/2011) malam, mulai digelar. Seperti dijadwalkan, mantan Wapres Jusuf Kalla, hadir pada acara pembukaan.

Tari khas Dayak Kalteng, menjadi sajian pembuka kegiatan. Kalla terlihat begitu perhatian atas kegemulaian sekelompok gadis yang melenggang di hadapannya.

Sesekali, jari- jari kedua tangannya menjentik ke atas meja mengiringi irama musik tradisional. Sementara matanya, tetap menjurus pada tarian.

Rakernas digelar 13-15 Juli di Hotel Luwansa Palangkaraya. Kegiatan diikuti 13 Kapet se-Indonesia.

"Hasil Rakernas ini diharapkan jadi pedoman pemerintah pusat untuk memperhatikan Kapet dalam menunjang pembangunan daerah," kata Ketua Panitia Tagah Pahoe yang jugaWakil Ketua Kapet DAS Kahayan, Kapuas, dan Barito (Kakab).

Persoalan yang dibahas meliputi kelembagaan, investasi untuk pengembangan, dan dukungan infrastruktur Kapet menjadi kawasan strategi nasional.

Penulis : Mustain Khaitami
Editor : edi_nugroho

Jumat, 01 Juli 2011

DPRD Desak Pemkab Terapkan Perda Minuman Keras

SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah hendaknya segera menerapkan dan menegakkan Peratuan Daerah (Perda) tentang minuman keras, kata Wakil Ketua DPRD setempat, Supriadi, Jumat.
     
"Peraturan Daerah tentang pengendalian dan pengawasan peredaran Minuman Keras (Miras) di Kabupaten Kotawaringin Timur sudah disahkan. Namun hingga saat ini, penegakan aturan berdasarkan Perda tersebut masih belum dilakukan oleh dinas atau instansi terkait," kata Supriadi di Sampit.
     
Akibat belum adanya penegakan aturan itu banyak minuman keras yang beredar cukup bebas di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
     
Penegakan Perda minuman keras harus segera dilakukan karena tidak lama lagi akan memasuki bulan Ramadan.
     
Ia berharap dinas/instansi terkait maupun aparat yang berwenang hendaknya segera melaksanakan penerapan Perda tersebut agar jangan sampai nantinya peredaran minuman keras di Kotawaringin Timur tidak terkendali.
     
Dampak buruk dari bebasnya peredaran dan penjualan minuman keras belakangan ini masih banyak terlihat, terutama di kalangan generasi muda. Seperti, perkelahian, kecelakaan lalulintas serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
     
"Kami menginginkan hal-hal negatif sebagai dampak dari minuman keras dapat dihilangkan dari Kotawaringin Timur oleh sebab itu pemerintah daerah harus segera menerapkan Perda tersebut karena sudah disahkan sebagai landasan hukum di daerah," katanya.
     
Supriadi mengungkapkan, tujuan dibuatnya Perda tersebut adalah untuk menciptakan hidup sehat, rasa aman, tentram dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat karena kalau peredaran minuman beralkohol tidak diatur dampak dan pengaruhnya sangat luas.
     
Minuman beralkohol yang diatur dalam Perda tersebut terdiri dari tiga golongan, yakni golongan A yang memiliki kadar alkohol atau ethanol sebesar 1-5 persen, golongan B kadar alkohol 5-20 persen dan golongan C kadar alkohol sebesar 20-55 persen.
     
Untuk minuman beralkohol golongan A, B dan C boleh beredar di wilayah Kotawaringin Timur tapi tidak semua tempat diperbolehkan menjual minuman beralkohol dan peredarannya juga harus atau wajib memperoleh izin dari bupati.
     
Pemberian izin juga setelah mendapat pertimbangan teknis dari Dinas Perindustrian, Dinas Kesehatan dan Dinas Pariwisata atau tim teknis.
     
Untuk izin pengedaran dan penjualan minuman beralkohol golongan A yang memiliki kadar alkohol sebesar 1-5 persen hanya akan diberikan kepada sub distributor, hotel, restoran, bar, diskotik, klab malam, karaoke, pub dan tempat-tempat yang telah ditentukan bupati.
     
Sedangkan untuk izin minuman beralkohol golongan B dan C yang memiliki kadar alkohol sebesar 5-55 persen hanya diberikan kepada hotel berbintang lima, diskotik dan klab malam untuk diminum ditempat.
     
Setiap orang/badan dan perusahaan dilarang menjual secara eceran dalam kemasan, minuman beralkohol golongan A, B dan C  juga tidak boleh dijual langsung untuk diminum di tempat seperti rumah makan, wisma, gelanggang olahraga, gelanggang remaja, kantin, pedagang kaki lima, terminal swalayan, mini market, supermarket, hiper market, bumi perkemahan, rumah biliar, stasiun dan kios-kios kecil, toko, arena ketangkasan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
     
"Dalam Perda itu juga disebutkan tempat peredaran dan penjualan minuman beralkohol tidak boleh dekat dengan tempat ibadah, sekolah, rumah sakit dan perkantoran. Serta minuman beralkohol juga tidak boleh dijual kepada anak di bawah umur, pelajar dan mahasiswa dan barang tersebut juga dilarang beredar selama bulan Ramadan," katanya.
     
Apabila ketentuan Perda itu dilanggar, maka akan dikenakan didenda setinggi-tingginya Rp50 juta atau tiga bulan kurungan penjara.
Editor : edinayanti
Sumber : Antara

PKS KALTENG PERTAMA LENGKAPI MATERI VERIFIKASI

PALANGKA RAYA-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Tengah menyerahkan berkas verifikasi partai politik (Parpol) ke Kantor Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Provinsi, Kamis (30/6). Berkas ini meliputi dokumen kepengurusan tingkat provinsi, seluruh 12 kota/kabupaten, dan kecamatan se –Kalimantan Tengah.
"Berkas ini sebelumnya sudah didaftarkan dan di legalisasi di Kantor Kesbangpol kota/kabupaten se-Kalteng. Ini berarti kepengurusan dan administrasi sekretariat PKS di seluruh Kalimantan Tengah sudah lengkapnya seluruhnya sampai di tingkat kecamatan sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku. Hari ini kami menyerahkan materi atau berkas verifikasi di tingkat wilayah atau provinsi beserta seluruh kabupaten/kota dan kecamatan," tandas Ketua Umum DPW PKS Kalimantan Tengah Asnawi, SP yang didampingi Sekretaris Umum Heru Hidayat, ST yang memimpin penyerahan dokumen di Badan Kesbanglinmaspol Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan turut pula beserta pengurus harian lainnya dan di terima langsung oleh Petugas Verifikasi di Badan Kesbanglinmaspol Kalteng yaitu ibu Rositha
Rositha menyampaikan bahwa "walaupun sudah ada beberapa partai yang menyerahkan berkas tetapi baru PKS yang telah menyertakan kelengkapan secara keseluruhan berkas dan materi verifikasi baik kabupaten/kota dan kecamatan se-Kalimantan Tengah"
Asnawi menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang No 2 tahun 2011 tentang Perubahan atas UU No 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik disebutkan syarat utama yang harus dipenuhi Parpol untuk diverifikasi mengikuti Pemilu adalah memiliki bukti kepengurusan minimal 75 persen di tingkat kabupaten/ kota disertai dengan SK kepengurusan yang dilegalisir. Sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota minimal 50 persen kepengurusan di tingkat kecamatan.
"Selain itu diperlukan pula keterangan domisili kantor partai mulai tingkat provinsi sampai kabupaten/kota yang dikeluarkan kantor kelurahan setempat dan tidak berubah sampai dengan 2014," imbuhnya.
Asnawi menambahkan, dengan ketentuan undang-undang tersebut, “sebenarnya hanya dibutuhkan kepengurusan daerah 75 persen di tingkat kota dan kabupaten. Namun PKS Kalimantan Tengah telah memenuhi lebih yaitu 86 persen”. Demikian pula kepengurusan di tingkat kecamatan, PKS mendaftarkan 70 persen, jauh di atas ambang yang dipersyaratkan. Dalam kesempatan tersebut Asnawi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh kader dan berbagai pihak terutama camat, kesbangpol di kab/kota dan kesbangpol provinsi yang dapat bekerjasama.
Sumber : facebook.com/partaikeadilansejahterakalteng

Sabtu, 25 Juni 2011

Wow...Warga Pedalaman Barito Mendadak Panen Ikan Patin

Ingin 'mabuk' ikan patin, datanglah ke Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Sungai Barito yang surut dalam sepekan terakhir membuat warga masyarakat sekitar aliran sungainya  panen ikan patin.

"Dalam sehari kami bisa menangkap sepuluh ekor ikan patin di sungai dengan berat antara 5-8 kilogram," kata seorang warga Desa Lemo Kecamatan Teweh Tengah, Ifi ketika berada di Muara Teweh, Sabtu.

Menurut Ifi, ikan patin yang merupakan salah satu ikan khas pedalaman Sungai Barito dengan rasa gurih ini mudah ditangkap penduduk setempat, ada yang menggunakan pancing, namun sebagian besar ditangkap dengan rengge (jaring ikan tradisional dari nylon).

Ikan patin yang hidup di sungai memiliki rasa yang berbeda, lebih enak dibanding ikan patin yang dibudidaya masyarakat baik melalui keramba maupun kolam. "Ikan patin mudah dicari ketika sungai surut dan harga di pasaran juga murah dibanding biasanya," kata dia.

Salah satu ikan termahal ini memiliki populasi hanya di temukan di sungai besar bukan di anak sungai. Pada saat kemarau ikan ini mulai bermunculan sehingga masyarakat setempat mudah mendapatkannya.

Saat booming ikan patin di daerah ini harganya di pasaran Muara Teweh mulai turun, sebelumnya mencapai Rp 120 ribu per kilogram kini berkisar Rp 60 ribu - Rp 75 ribu per kg.

"Namun kalau kita langsung membeli dengan warga yang menangkapnya hanya berkisar Rp 15 ribu - Rp20 ribu per Kg," katanya.

Panen ikan ini hampir merata di sejumlah kawasan terutama di pinggiran daerah aliran sungai (DAS) Barito seperti di wilayah Kecamatan Lahei, Teweh Tengah dan Montallat.

Selain ikan patin, masih ada jenis ikan khas Sungai Barito lainnya yang mudah ditangkap di antaranya lais, baung, dan jelawat yang biasa ditangkap oleh warga pada malam hari.
 
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara

Minggu, 19 Juni 2011

Muhammadiyah Kalteng Ikuti Rakernas

PALANGKARAYA - Muhammadiyah Wilayah Kalimantan Tengah mengirim dua orang untuk mengikuti Rapat kerja nasional (Rakernas) Majelis Pelayanan Sosial Pusat Muhammadiyah.
  
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng H Ahmad SyarI Minggu (20/6), membenarkan kegiatan itu akan berlangsung pada 24-26 Juni di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia/BPSDM Kementrian Hukum dan HAM RI Cinere.
  
Rakernas bertema Meningkatkan Sumber Daya Pelayanan Sosial yang Profesional itu menghadirkan pemateri Din Syamsudin dan sejumlah tokoh Muhammadiyah Indonesia.
   
Mengenai dana dalam kegiatan ini, menurut mantan Ketua STAIN Palangkaraya ini, dibantu Pemerintah Provinsi Kalteng tahun anggaran 2011.


Penulis : Sutransyah
Editor : edinayanti
Sumber : TRIBUNKALTENG.COM

Kota Palangkaraya Dicanangkan Ibukota RI

PALANGKARAYA - Upacara adat dayak dengan melakukan Tapung Tawar, dilakukan saat rombongan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) berkunjung ke Palangkaraya, Kalteng, Rabu (8/6/2011).

Rombongan DPD RI ini mengunjungi dan mengikuti ritual upacara adat dayak berupa tapung tawar di Tugu Bung Karno di Jalan S Parman tepat di seberang Gedung DPRD Kalimantan Tengah.

Hamdani salah seorang anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, bersama belasan anggota DPD RI lainnya mengatakan, mereka sangat mendukung rencana pemindahan ibukota RI ke Palangkaraya, karena sejak berdirinya Kota Palangkaraya sudah dicanangkan Presiden Soekarno, sebagai cikal bakal Ibukota Negara RI.

"Kami mendukungwacana itu, karena Palangkaraya memang sudah lama dicalonkan sebagai ibukota negara," kata Hamdani dan semua anggota DPD RI yang hadir dalam upacara adata tersebut.

(faturahman/tribunkalteng.com)
Penulis : Fathurahman
Editor : edi_nugroho

Selasa, 14 Juni 2011

MK tolak permohonan sengketa pemilukada Barito Selatan

Jakarta - Mahkamah Konstitusi menolak permohonan sengketa pemilukada Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah, yang diajukan pasangan calon bupati/wakil bupati nomor urut 1, Suriawan Prihandi-Syarkawiharta Tahan.

"Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” tegas Ketua Majelis Hakim, mahfud MD, saat membacakan amar putusan, di ruang sidang Pleno MK, Jakarta, Senin (13/6). MK menilai, pemohon tidak memiliki alat bukti autentik yang menyatakan KPUD Barito selatan kurang melakukan sosialisasi pemilukada sehingga merugikan perolehan suara pemohon.

“Pemohon juga tidak dapat membuktikan dan meyakinkan Mahkamah bahwa terjadinya politik uang secara terstruktur, sistematis, dan masif yang dapat menciderai kemerdekaan para pemilih,”  Ujar Hakim Konstitusi Ahmad Fadlil Sumadi membacakan pertimbangan putusan.

Selain itu, MK menilai tudingan pemohon tentang adanya intimidasi terselubung yang dilakukan oleh pasangan calon Farid Yusran-Satya Titiek Atyani Joedir dan Wartiah Thalib-Sofiansyah (pihak terkait I dan II) tidak meyakinkan dapat mempengaruhi hasil perolehan suara yang didapat masing-masing pasangan calon.

Pada dalil permohonanannya, pemohon menjelaskan bahwa terdapat kecurangan dalam pelaksanaan pemilukada Kabupaten Barito Selatan Tahun 2011-2016 yang salah satunya adanya dugaan politik uang untuk memenangkan salah satu calon kandidat. Sehingga dengan adanya kecurangan-kecurangan yang dilakukan dalam pemilu tersebut tidak lagi tercermin pemilukada yang jujur, adil, bersih dan berwibawa.

Sumber : Primaironline

Minggu, 05 Juni 2011

Barsel Perangi Penjangkitan Flu Burung

SEJUMLAH unggas ditemukan mati mendadak di Kabupaten Barito Selatan, selama Mei lalu. Bulan ini, untuk menghindari meluasnya penyebaran virus flu burung, Dinas Perikanan dan Peternakan Barsel melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara massal...
“Kami melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara menyeluruh di seluruh wilayah, untuk mencegah penjangkitan virus flu burung,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Barsel Eko Budi Suharto melalui Kasi Kesehatan Hewan Togar S Parulian, di Buntok, kemarin.
Penyemprotan dilakukan ke semua kandang ayam, dan sekeliling rumah di dekat kandang. Kegiatan dimulai dari titik kejadian ayam mati mendadak.
Dari sejumlah kejadian ayam mati mendadak di Barsel, seluruhnya adalah ayam kampung. Belum ada laporan adanya kematian ayam potong di peternakan.
Pada kesempatan itu, Togar meminta warga untuk untuk selalu waspada. Jika ada kejadian unggas mati mendadak, harus segera dilaporkan ke aparat lingkungan terdekat atau petugas dinas peternakan. Warga yang memelihata unggas, baik burung maupun ayam, harus selalu menjaga kebersihan lingkungan dan kandang.
“Masyarakat tidak perlu takut untuk mengonsumsi ayam maupun telur. Karena jika dimasak dengan suhu di atas 60 derajat celcius, virus flu burung akan mati,” tandasnya.
Kematian ayam mendadak di Barsel ditemukan di Jalan Kaladan, Gang Palapa III. Saat itu, Senin (30/5), empat ekor ayam milik Abdul Rahman mati mendadak. Setelah diperiksa dengan menggunakan rapid tes, kematian itu positif disebabkan oleh virus flu burung.
Sebelumnya Sabtu (28/5), juga terdapat ayam yang mati mendadak milik Wahid warga Jalan Pahlawan, Buntok. Hasil pemeriksaan menunjukan kematian itu diduga juga disebabkan virus flu burung.
Selain dua kejadian itu, ada beberapa kejadian lain, yang tidak dilaporkan. Ayam yang mati mendadak langsung dibuang oleh pemiliknya.
Selain di Barsel, virus flu burung juga diduga telah berjangkit di Kabupaten Gunung Mas, Barito Timur, Murung Raya dan Barito Utara. Total ada sekitar 4.000 ayam yang mati mendadak di seluruh daerah tersebut.
Sekalipun sudah ada ayam mati mendadak dinyatakan tertular virus flu burung, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kalimantan Tengah Tute Lelo menyatakan penyebab sebenarnya masih dalam penelitian.
“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian ayam karena terindikasi flu burung. Penyebab kematian semua ayam itu bukan hanya flu burung, tapi bisa juga faktor lain, salah satunya karena perubahan cuaca,” kata Tute.
Tim dinas dan dibantu Balai Penelitian Penyakit Hewan Banjarbaru,
Kalimantan Selatan sudah turun ke lapangan untuk meneliti kejadian itu. Para tenaga ahli itu sudah mendapatkan pelatihan penanganan flu burung dari Badan PBB untuk pangan dan pertanian (FAO).
Ia meminta masyarakat tidak resah dan segera melaporkan ke petugas jika menemukan ayam mati mendadak.

Sumber : BorneoNews.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes