Masih Proses, Mohon Sabar...

Senin, 18 April 2011

Kader Sulsel Berpikir PKS Jadi Ormas Saja

Kader Sulsel Berpikir PKS Jadi Ormas Saja
INILAH.COM, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Sulawesi Selatan meminta kepada kader-kader PKS untuk kuat menghadapi konflik internal di tubuh PKS.

Banyaknya konflik yang di hadapi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menimbulkan sedikit penyesalan bagi kader di Sulawesi Selatan, dan mengapa PKS tidak menjadi ormas saja. Namun demikian Ketua DPW PKS Sulsel, Akmal Pasluddin meminta kadernya untuk tidak berpikir demikian.

"Di kalangan kader jangan lagi ada pembicaraan mengapa dulu memilih menjadi parpol. Karena adanya fitnah dan masalah ini kemudian ada yang berpikir kenapa kita tidak jadi ormas saja," kata ketua DPW PKS Sulsel, Akmal Pasluddin dalam orasinya saat merayakan Milad PKS ke-13 di depan Monumen Mandala, Makassar, minggu (17/4/2011).

Menurutnya, keputusan menjadi partai PKS telah melalui beberapa tahapan termasuk survei, sehingga keputusan tersebut tidak bisa disesalkan lagi, hanya karena banyaknya cobaan. Justeru, dengan keadaan tersebut mereka tidak  mundur hanya karena tekanan-tekanan seperti ini.

Ia menambahkan, dikalangan kader meski sedikit saja ada pembicaraan agar PKS kembali menjadi ormas saja seperti sebelum tahun 1998 PKS belum menjadi partai. Saat itu, ada pro kontra agar ormas cikal bakal PKS menjadi parpol, termasu Sekjend PKS Anis Matta juga termasuk salah seorang yang menolak PKS mejadi parpol. Namun setelah survei akhirnya diputuskanlah menjadi partai yang awalanya bernama Partai Keadilan pada tanggal 20 Juli 1998.

"Ketika keputusan sudah diambil, pantang bagi kami untuk surut kembali. Saya kira pembicaraan untuk kembali menjadi ormas sebaiknya dihentikan. Karena ini sudah menjadi keputusan Majelis Syuro. Jangan lagi ada diskusi mengapa kita menjadi parpol," tegas anggota DPRD Sulsel ini.

Apalagi, PKS sekarang ini telah berumur 13 tahun, telah melalui tahapan-tahapan yang tidak sulit. Termasuk telah mengikuti tiga kali pemilihan umum, yang dimulai dengan partai yang pendukungnya hanya sedikit hingga sekarang telah melewati parliementary treshold.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes